Balada Seblak Basah

12 Feb 2011

seblak-basah Pengalaman Praktek Industri di PT Pupuk Kujang Cikampek memberikan inspirasi bagi saya untuk menulis tulisan ini, semoga bermanfaat lets check this out……

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Sajian Istimewa masukdapur.blogdetik.com.

Bagi kami anak kosan, tak perlu makanan mewah untuk membangkitkan kebersamaan. Makanan ter-enak di dunia adalah makanan yang di buat sendiri dengan penuh cinta untuk yang dicinta. Tak perlu koki handal yang memasak hanya karena materi, cukuplah seorang koki yang memasak dengan ikhlas penuh naluri.

Lika-liku anak kosan tentu tak luput dari cemilan, apalagi saya dan ke-empat teman saya merupakan anak rantau yang cinta akan cemilan. Saat itu stok makanan ringan telah raib. Berangkatlah kami menuju pasar tradisional dengan niat mencari makanan ringan. Namun saat kaki ini telah menginjakkan pasar, naluri keibuan kami muncul, meski kami bukan ibu-ibu, tapi sejatinya kami kaum hawa yang senang untuk memasak. Maka munculah ide untuk mengolah suatu makanan yang maknyosss untu jadi cemilan. Saya teringat teman saya asal Bandung yang selalu promosi akan makanan yang bernama seblak. Darinya, saya tau bahwa seblak merupakan makanan khas bandung yang enak banget.

Cocok untuk lidah orang-orang yang suka pedas. Tentu makanan ini menjadi pelipur kami di tengah kota Cikampek yang begitu panas. Wow ide bagus. Apa lagi salah satu teman saya tak tau apa itu seblak dan begitu penasaran ingin mencicipi makanan asing itu.

Saat itu teman-teman mempercayakan saya sabagai koki untuk membuat seblak khas Bandung itu. Prikitiwww, senang bercampur was-was. Senang bisa memasak untuk orang-orang yang saya sayangi. Orang-orang yang satu perjuangan dan selalu berbagi suka dukanya bersama. Was-was karena khawatir mereka tidak menyukai makanan buatan saya yang notabenenya tidak memiliki keahlian khusus di bidang memasak.

Tapi saya yakin dengan cinta dan ketulusan, makanan sesederhana apapun akan memiliki kenikmatan di setiap gigitan, nikmatnya tentu tiada tara. Setelah membeli segala bumbu dan bahan-bahan membuat seblak serta persediaan lainnya. Saya pun mulai beraksi.

Tiga siung bawang putih, satu ruas kencur, dan satu gengaman cabai rawit yang memikat dan membuat saya semangat, semangat menghaluskan bumbu-bumbu sederhana itu menjadi halus. Sementara kerupuk kilogram kini tengah asik berendam dengan air hangat.

Setelah semua bumbu menyatu, maka saya pun segera menumisnya,,, ehmmm harumnya, kerupuk yang telah melunak karena rendaman air panas tadi pun, masuk dalam bumbu tersebut, tak lupa garam dan gula sebagai kunci perasa. Diaduk terus hingga rata. Dan TARAAAAA.

Saat itu balada seblak basah melanda lidah kami. Kebersamaan semakin mencair. Keringat pun mengucur karena pedas, walau udara begitu panas. Setelah puas menyantapnya, teman saya yang baru pertama kali mencoba seblak, langsung menulis di status fesbuknya seblak ala gusti lezaaaat beudh dahhhh pada 28 November 2010 jam 14:18

Di tengah kota Cikampek yang Hot Hot Hot, maka lahirlah menu balada seblak Bandung, yang ehmm tak cukup hanya di tuangkan dalam kata-kata silahkan mencoba menu ini sebagai menu asik kebersamaan.. seru.

Sumber gambar: di sini


TAGS


-

Author

Follow Me