Motivasi = Jelangkung

23 Jan 2011

motivasi jelangkung.. jelangkung.. datang tak di jemput pulang tak diantar begitulah katanya jika ingin memanggil makhluk halus yang bernama jelangkung ini, tak banyak yang saya ingin ungkapkan tuk jelaskan tokoh imajinatif yang saya percaya waktu masa kecil dulu. Saya hanya sedang ingin mencari datangnya motivasi. Motivasi dalam diri ini serasa hilang tak berjejak, tanpa permisi saat tak ada, namun disaat tertentu muncul tak terduga, dunia seakan kuasa sang motivasi, terkendali dan begitu menyenangkan. Meski mentari begitu menyengat kobaran semangat terpahat dengan kuat. Luar biasa, sayangnya motivasi ini bagai jelangkung, datang tak dijemput pulang tak diantar, benarkah? kalau begitu gunakan saja kalimat yang biasa mendatangkan jelangkung, kita gunakan untuk memanggil motivasi kita. Ah saya rasa itu ide yang buruk dan kuno? Terus gimana dong agar motivasi itu kian bertengger dalam diri kita setiap harinya.

MOTIVATOR? Perlukah? saya senang membaca buku motivator, mendengarkan TalkShow Mario Teguh, dan sangat senang menghadiri seminar-seminar berisi motivasi-motivasi penumbuh semangat. Tapi saya adalah tipe orang skteptis yang tak mudah percaya hanya dengan bualan semata meski fakta yang diungkapkan begitu nyata, namun jika itu belum saya alami, sulit untuk saya percaya, termasuk urusan hantu hantu dan teman sejenisnya.(Lho ndak nyambung.)

Teman saya yang sama skeptisnya pernah berkata motivator itu cuma penumbuh semangat buat satu hari doang ya paling lama satu minggu lah, setelah itu lupa. Jadi buat apa sih bayar mahal-mahal, buang waktu yang sia-sia kalo hasilnya gak permanen, yang namanya motivasi itu datengnya dari sini nih intonasinya tinggi dan menggebu, sambil mengepalkan tangannya ke dadanya.

motivasi itu datengnya dari diri sendiri, dari niat yang tulus dalem diri, kagak ada campur tangan orang lain, ngerti kan lu?

Tidak bisa dibenarkan dan tidak bisa disalahkan juga pernyataan dari sahabatku ini, perkataannya cukup jelas dan benar adanya, namun bagiku yang masih senang untuk di-motivator-i dari luar diri, terkadang disaat kita benar-benar ngeDown, motivator bisa jadi obat ampuh penyembuh segalanya. Tapi bukan berarti selanjutnya kita jadi benalu bagi motivator kita itu, karena sebenarnya motivasi itu sudah ada dalam diri, sudah terpatri dalam jiwa, tinggal kitanya saja yang mampu mengolah dan memanggilnya di saat yang tepat. So keep fight FOR ALL MY FRIEND.


TAGS


-

Author

Follow Me